Friday, October 01, 2010

Saya dan MEREKA .. M.E.R.E.K.A


Teman ..
kalo dilihat dari sisi kemaknaan . *kemaknaan ?? ditinjau dari arti nya deh, hehhe teman adalah seseorang diluar diri kamu sendiri yang mengenal kamu dan mau berinteraksi denganmu, kayaknya agak mustahil kalo seseorang hidup tanpa teman, ya mau ngapa2in bakal susah kalo gak ada temen . gak ada yang bisa diajak jalan2, cerita2, nakal2an bareng, makan bareng dan sebagainya. pokoknya teman itu bagian dari hidup kamu kamu deh ..
begitu juga dengan saya, kalo mau diitung, *siapa yang mau ngitung?* saya udah punya temen yang banyaaaaaakkk sekali, mulai dari temen di rumah, TK, SD, SMP, SMA, KULIAH,
nah buat saya berasa banget punya temen kalo keadaan kita jauh dari orang tua,
teman itu tidak selalu harus match semua2nya dengan kita, teman juga tidak harus sama dengan kita, yang dibutuhkan untuk menjadi seorang teman adalah keberadaan, bagaimana seorang teman dapat ada disaat yang teman yang lainnnya membutuhkan, bagaimana teman selalu ada nasihat dan semangat ketika teman lainnya sedang susah, dan keberadaan2nya yang lain yang selalu membuat kita selalu merasa tidak sendiri.
teman dekat saya di sini, di tempat belajar saya tidak banyak, hanya 6 orang.. well saya memang benar2 mengartikan mereka sebagai sosok yang dekat dengan saya, saya dan mereka itu berbeda watak, perilaku, daerah asal dan segala kebiasaan yang mereka bawa dari rumah.. tapi perbedaan ini yang membuat saya menyatu dengan mereka.. bagaimana saya harus bisa menghargai semua yang ada pada diri mereka. kami semua berasal dari daerah yang berbeda-beda . 7 kota di Indonesia dengan segala perbedaan yang ada ...
pertengkaran, rasa iri, cemburu memang wajar buat saya, saya pun tidak memungkiri kalo saya sering iri kepada slah satu (lebih) dari mereka, bagaimana mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, ataupun ramah.. ya kita memang berbeda, berbeda kelebihan yang membuat saya merasa butuh mereka, saya nyaman bersama mereka.
toleransi, kata yang mudah dihapal dan ditulis, tapi tidak semudah itu, toleransi memang harus diikuti oleh akal sehat selaras dengan perasaan, bagaimana saya harus menyatukan dan membuat ego saya mengalah dan bisa berjalan bersama dengan perasaan iklas, untuk mereka, meredam apa yang menurut saya benar tapi buat mereka salah,, mengiklaskan waktu2 yang terbuang bersama mereka yang kalau secara normal waktu2 itu bisa digunakan untuk melakukan hal2 lain seperti belajar misalnya, tapi saya iklas, saya senang, saya senang menghabiskan waktu bersama mereka, senyum bersama, dan melakukan hal2 yang kurang penting bersama mereka .. ya karna tadi, teman.. mereka itu teman2 saya ..
satu hal yang sama dari diri saya dan mereka adalah, kami adalah seorang mahasiswi yang tidak terbersit sedikitpun keinginan untuk gagal dengan apa yang kami lakukan bersama di sini, kami pekerja keras dan kami yakin suatu hari kami berhasil, hingga pada suatu saat saya dan mereka harus kembali ke daerah masing2, dan mengingat-ingat setiap hal yang pernah kami lewati bersama
senang, marah, iri, dengki, senyum, tawa, dan bahagia ..

terima kasih untuk menjadi teman saya disini, teman temanku yang pintar, cantik, dan baik hati
kakak, adik, dedek, chingu, sist, tante, mbak, nyah, dan semua sapaan yang kita gunakan :D :D




0 comments:

Post a Comment