Thursday, May 02, 2013

Kuliah Kerja Nyata, ya NYATA !



..........

Cerita ini bermula dari pengalaman saya dan 11 teman saya yang lain. Kami tidak saling mengenal, kami berbeda daerah asal, dan juga bidang ilmu karena memang kami baru dipertemukan di dalam kegiatan ini. KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh kami, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UNDIP, KKN “merupakan suatu kegiatan untuk mengembangkan suatu wilayah dengan seluruh sistemnya secara komprehensif dan terpadu. Hubungan antara subsistem yang bersifat sektoral, serta sumberdaya alami maupun manusia dikembangkan secara menyeluruh menuju arah pengembangan yang telah ditentukan dengan menjaga keterkaitan secara selaras dan saling menunjang satu sama lain”.

KKN semasa saya waktu itu berlangsung dr bulan Januari – Februari 2012. Selama 35 hari kami (12 orang) diharuskan tinggal di suatu daerah di Jawa Tengah, sewaktu itu kami mendapat tempat di Kabupaten Jepara, Kecamatan Kalinyamatan, Desa Robayan. Melihat keadaan di sana, saya bisa simpulkan Desa Robayan bukanlah desa yang tertinggal, sebagian dari mereka memiliki usaha sendiri di rumah mereka, seperti usaha Monel (kerajinan dari logam baja putih), konveksi, dan lainnya.

Oke itu sedikit tentang Desa Robayan, sekarang saya akan menceritakan pengalamannya sebagai “Mbak-Mbak KKN” di sana. Pertama-tama yang harus kami lakukan adalah memikirkan apa saja program kerja yang harus kita lakukan, apa saja program yang benar-benar dibutuhkan oleh warga Desa Robayan yang tentu saja kami harapkan dapat membantu pengembangan desa mereka, dari sisi kemandirian, entrepreneur, dan iptek.

Program utama kami jatuh pada “Bimbingan Belajar” (bimbel). Memang banyak yang beranggapan program tersebut program yang basi dan sudah sering dilakukan di tempat KKN lain, tapi tidak untuk kami, melihat antusiasme anak-anak yang tiap malam datang ke Posko KKN kami membuat kami lebih semangat mengajar mereka. Program kami memang hanya diperuntukan bagi anak SD kelas 4,5, dan 6 tapi tidak menutup untuk kelas lainnya.
Kegiatan bimbel kami biasanya dilakukan dimalam hari setelah pukul 18.30 sampai selesai, ada yang membawa PR mereka, atau ada yang sekedar minta diajarkan untuk ulangan harian ke-esokan harinya. Selama hampir sebulan kami ikut mengajar mereka, bahkan bila malam hari turun hujan, mereka tetap datang ke posko kami dengan beramai-ramai membawa payung, niat dan semangat besar mereka itulah yang membuat kami merasa bermanfaat.

Kemudian di minggu terakhir KKN, diadakan Lomba Cerdas Cermat antar desa yang diadakan seluruh tim KKN yang tersebar di seluruh penjuru Kecamatan Kalinyamatan. Setelah berhasil mendapatkan 3 anak yang menurut kami terbaik di Desa Robayan, selanjutnya kami membagi team untuk melatih mereka yang ikut lomba dan yang bertugas bimbel di posko.

Sampai pada hari dimana lomba tersebut dilaksanakan, dengan doa dari orang tua mereka, mereka datang ke tempat lomba, wajah sumringah mereka yang membuat kami sangat bersemangat. Babak demi babak kami lewati, namun memang belum rezeki kami kali yaaahh… kami kalah, anak-anak Desa Robayan menangis atas kegagalan mereka, itulah saat dimana kami “mbak mas KKN” mereka merasa sangat sedih tapi kami yakin masa depan ketiga anak tersebut dan anak-anak Desa Robayan lain pasti cemerlang.

Memberikan bimbel untuk mereka memberikan bukan hanya pengalaman tetapi juga pelajaran. Pengalaman pertama kami sebagai guru, karena kami memang tidak ada yang memiliki dasar sebagai guru, bertemu banyak anak kecil, ada yang pendiam, ada yang cerewet, bahkan ada yang bandel-bandel gitu deeehh.. tapi wajar, karena mereka memang masih anak kecil. Sementara pelajaran yang kami dapatkan tentu adalah betapa berharganya pendidikan, betapa berharganya pendidikan bagi mereka, betapa bersemangatnya mereka mengikuti dan mempelajari pelajaran. Karena ya Indonesia butuh anak muda yang selalu dan selalu bersemangat dalam belajar dan mereka masuk ke dalam kategori itu, kami bangga pernah menjadi guru mereka.

Selain program bimbel, kami juga mengadakan program kesehatan seperti pengobatan gratis bagi lansia di Desa Robayan, bekerja sama dengan Puskesmas disana, kami juga ikut serta dalam program Posyandu dan cek kesehatan di TK di Desa Robayan dan juga mengadakan penghijauan jalan raya serta kerja bakti bersama warga. Program kewirausahaan pun tidak ketinggalan, kami melakukan pelatihan budidaya Lobster bagi Bapak-Bapak disana. Selain itu juga pelatihan pembuatan kerajinan flannel bagi Ibu rumah tangga dan remaja disana.Dan program lainnya adalah  pelatikan computer untuk perangkat desa dan remaja di Desa Robayan.








Itulah sedikit kisah kami sebagai tim KKN Desa Robayan, mungkin bagi mereka yang belum atau tidak pernah merasakan mata kuliah KKN, pasti banyak yang berfikir seperti ah capek banget mata kuliah nya” atau mungkin ih… kayaknya seru deh... kami senang pernah punya kesempatan untuk ikut membantu di Desa Robayan, bukan karena ini mata kuliah yang wajib kami lakukan tapi lebih seperti kami merasakan kami memiliki manfaat lebih disana.  
Seru kan pengalamankuuu? Pengen deh ada KKN lagiiii :’)


Seperti kata pepatah “Sebaik Baiknya Orang Adalah Orang Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain”.

…. Seluruh warga Desa Robayan
..... Seluuruh anggota tim KKN Desa Robayan
Makasih yaaaa ~~~

2 comments: